Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Istighosah dan Doa Bersama Jadi Cara Warga Binaan Lapas Banyuwangi Sambut Puncak HBP ke-62

BANYUWANGI - Dalam rangka menyambut puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar istighosah dan doa bersama yang diikuti oleh warga binaan, Sabtu (26/4). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Blok Barat tersebut digelar sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus upaya memperkuat pembinaan mental dan rohani para warga binaan.  Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana pemasyarakatan yang lebih bermakna.  "Melalui istighosah dan doa bersama, kami berharap warga binaan semakin sadar akan pentingnya perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik. Pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan fisik, tetapi juga pembinaan akhlak dan spiritual," ujarnya.  Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan agar Lapas Banyuwangi senantiasa kondusif, aman dan menjadi tempat pembinaan yang berkualitas.  "Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung...

Begini Kata Ketua LSM Suara Bangsa Tentang Guntur Priambodo

Banyuwangi,_Ramai desas desus di kalangan masyarakat tentang munculnya nama Guntur Priambodo yang di gadang menjadi Sekretaris Daerah ( Sekda) Definitif Kabupaten Banyuwangi mendapat sorotan dari Ketua LSM Suara Bangsa yakni Suyoto Mahmud Sholeh atau biasa di kenal dengan sebutan Mbah Yoto.(26/4/2025). Menurutnya,sosok Guntur Priambodo sangat layak jika di segerakan menjadi Sekda Definitif.maka tak heran jika dukungan terhadap Guntur terus mengalir dari segala lapisan karena figurnya yang merakyat tanpa sekat antara pejabat dan masyarakat. Melalui dedikasi dan pengalamannya, Guntur Priambodo di anggap salah satu orang yang berhasil menjalankan dan mengawal roda pemerintahan di kabupaten Banyuwangi. Suyoto M.S Suyoto mengatakan"kami selalu ketua LSM Suara Bangsa sangat mendukung dan mengapresiasi jika Guntur Priambodo segera menjadi Sekda Definitif.kami rasa ini lebih baik,mengingat masa jabatan Penjabat (Pj) yang di sandang Guntur saat ini masih jadi polemik tarik ulur. Masih kata...

Warga Binaan Pamer Karya dan Kreativitas Terbaik di Indonesia Prison Product and Art Festival

Jakarta, INFO_PAS – Karya dan kreativitas terbaik dari Warga Binaan seluruh Indonesia, mulai dari pertunjukan seni, kuliner, fesyen, hingga bazar tampil di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) yang digelar tanggal 21 s.d. 23 April 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta. Bahkan, band Warga Binaan berkesempatan untuk berkolaborasi bersama sejumlah musisi terkenal, seperti Zivilia Band dan Tagor Pangaribuan. Bertema ‘Creation Beyond the Bars’, IPPAFest 2025 merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-61 tanggal 27 April 2025. Kegiatan ini sejalan dengan tema besar HBP Ke-61, yakni ‘Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat’ sebagai dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), khususnya terkait dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Menteri Imipas, Agus Andrianto, mengatakan hari ini tidak hanya membuka sebuah festival, tapi membuka panggung semangat, pan...

Produk Hasil Karya Warga Binaan Lapas Banyuwangi Meriahkan Gelaran IPPA Fest

JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi turut andil dalam memeriahkan gelaran Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPA Fest) yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dalam kegiatan yang merupakan pameran hasil karya dan seni warga binaan dari seluruh Indonesia yang digelar mulai tanggal 21 April hingga 23 April di Lapangan Banteng Jakarta Pusat itu Lapas Banyuwangi mengirimkan beberapa hasil karya warga binaan, seperti batik dan kerajinan tangan. Produk hasil karya warga binaan Lapas Banyuwangi dipajang pada stan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur bersama hasil karya warga binaan dari UPT Pemasyarakatan se Jawa Timur. Batik yang menjadi produk unggulan dari Lapas Banyuwangi bahkan dijadikan sebagai kostum dalam fashion show yang dikombinasikan dengan beberapa batik dari UPT lain.  Yang lebih membanggakan, udeng khas Banyuwangi dengan bahan dasar kain batik karya warga binaan Lapas Banyuwangi mampu menarik perhatian Menteri Imigrasi da...

Program Ketahanan Pangan Berlanjut, Lapas Banyuwangi PanenTerong Welut dan Lele

BANYUWANGI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus melanjutkan tren positif dalam program ketahanan pangan. Kali ini, Lapas Banyuwangi berhasil memanen terong welut dan lele dari lahan dan kolam yang berada diarea brandgang. Terong welut yang dipanen mencapai 10 kilogram (kg), sedangkan lele sebanyak 25 kg. Terong welut sendiri merupakan jenis terong ungu khas Banyuwangi dengan bentuk kecil memanjang dengan rasa manis. Kepala Lapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari program pembinaan intensif yang dilakukan Lapas bagi warga binaan di bidang pertanian dan perikanan. "Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas," ujarnya. Menurutnya, hasil panen akan dipasarkan kepada rekanan penyedia bahan makanan, kemudian akan didistribusikan kembali ke Lapas bersama bahan makanan lainnya. "Langkah ini sekaligus menjadi bagian...